Tampilkan postingan dengan label kolonialisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolonialisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2018

Koalisi Partai Senin Kamis Geo-Culture atau Politik Bunglon



Oleh: Rahmat Nuriyansah

Indonesia adalah negara yang sangat begitu besar. Mulai dari jumlah penduduk, luas wilayah, sumber daya alam hingga seni budaya dan adat istiadatnya. Dilihat dari Jumlah penduduknya, penduduk indonesia merupakan yang keempat terbesar didunia, dengan jumlah penduduk sekitar 258.316.051 jiwa (data Juli 2016) setelah Amerika, Cina, dan India. Dan menjadi salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah sebesar 1,904,569 km2 dengan jumlah pulau sebanyak 17.508 pulau.
Dalam hal ini tentu tidak terlepas dari keberadaan partai politik itu sendiri, konon negara kita menganut system demokrasi dan negara kita sangat begitu kaya & besar maka partai politik di indonesia harus banyak pula. Tapi semua itu justru menjadi petaka bagi keberadaan & kemajuan Bangsa bahkan menjadi ancaman keberadaan Negara (human error). Tidak adanya proses affirmasi pada tubuh partai politik itu sendiri sehingga menyebabkan partai tersebut bisa bergerak secara kondisional artinya tidak adanya sebuah aturan dasar dan komitmen untuk bersama-sama menumbuhkembangkan peradaban yang ada di Indonesia.

Evaluasi system demokrasi menjelang Pilwalkot, Pilkada dan Pilgub menjadi salah satu tranding topik baik dikalangan elit baik vertikal maupun horizontal secara keseluruhan khususnya di jawa barat & jawa tengah. Tentu sangat menarik keberadaan masyarakat luas yang kerap kali kita ketahui bersama terjadinya politik bunglon baik di Indonesia pada umumnya maupun di jawa barat dan jawa tengah. Ada banyak hal yang kita ketahui bersama kenapa Bangsa & Negara kita sulit untuk maju dan berkembang, dengan keberadaan partai politik itu sendiri. Tentu ada pada mental partai politik itu sendiri. Lain ladang lain belalang sangat begitu jauh berbeda dengan 2 Partai Raksasa di Amerika (partai rebublik & partai demokrat). Partai tersebut mampu memberikan sinyal positif bagi masyarakat luas di Amerika bahkan sangat begitu mudah untuk maju berkembang dengan pesat. Katakanlah partai repuplik berada di pemerintahan dan partai demokrat berada non-pemerintah.Kedua partai tersebut sangat berfungsi dengan baik sehingga check & balance itu ada dan melekat di tubuh Amerika itu sendiri.

Bagaimana keberadaan partai politik di Indonesia Itu sendiri? Apakah justru keberadaan partai politik merugikan Bangsa & Negara kita? tentu keberadaan partai di Indonesia justru merugikan Bangsa & Negara kita. Karena esensi dalam berpartai belum mempunyai dasar yang kuat akhirnya lahirlah politik bunglon tahun ini ikut siapa, tahun depan ikut kemana. Itulah yang di sebut bahwasannya partai politik di Indonesia belum mempunyai karakter yang utuh (gray area political).

Seharusnya partai politik itu mempunyai esensi yang jelas, apa yang dilakukan partai politik adalah mengajarkan ilmu. Tujuannya hanya untuk menjadikan partai politik itu berkarakter & berintegritas. Dan partai politik mampu menginspirasi masyarakat luas Indonesia, seraya menciptakan hal hal baru, bagi perkembangan sejarah dan budaya manusia serta kemanusiaan itu sendiri. Menginjak Abad-21 sudah dimulai, perubahan itu terjadi secara signifikan sehingga partai politik bisa menjadi inspirator bagi sekelilingnya. Bukan hanya mengajarkan perangkat untuk menjadi seorang spesialis teknis.

Tujuan utama partai politik harusnya jelas sama halnya dalam pembentukan karakter, sama halnya pendidikan. Sebuah wilayah soft skills, dimana satu satunya metoda adalah dengan cara partisi-patorik. Artinya dengan pengalaman realitas secara langsung, bersifat orisinil dan bukan permainan topeng diwajah. Partai politik yang menginspirasi, haruslah partai politik yang berjiwa inspirator, yang bukan hanya bisa mengajarkan melihat dan mendengar, namun juga meneliti, menyimak dan merasakan secara holistik.

Dalam sebuah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara kekayaan perusahaan bukan lagi sumber daya manusia, modal kerja dan assets, namun justru pengetahuan pengetahuan baru (knowledge) yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat secara keseluruhan. Seperti Bill Gates (windows), Marc Zuckerberg (facebook), Jack Dorsey (twitter), Steve Chen (youtube), Sergey Brin (google) dan aplikasi smartphone lainnya, semuanya itu adalah pengetahuan temuan baru. Menginjak Abad-21 para pemimpin masa depan (partai politik), bukanlah mereka yang punya visi super canggih. Namun mereka yang sanggup menginspirasi anak buahnya untuk juga mempunyai visi. Tugas pemimpin adalah menyatukan semua visi tadi untuk membawa visi besar, dalam meraih kesejahteraan bersama. Demi maju dan berkembangnya suatu peradaban melalui karakter Bangsa.

Dalam berpartai seharusnya politisi adalah seorang inspirator, dengan kata lain seorang inspirator sesungguhnya juga menjadi guru pendidik bagi komunitasnya. Sebaliknya, siapapun yang tidak menebarkan atmosfir ter-inspirasi. Yang dengan ketokohannya seraya hanya mengandalkan kekuatan dogma yang sudah berkarat dan terkunci. Kadang dengan ancaman pemberian label-label yang menakutkan dan menyeramkan. Hanyalah para pengajar, yang mengharuskan murid-murid dan pengikutnya menganguk-angguk layaknya burung beo.

Bagi mereka kata inspirasi menjadi musuh dan sekaligus kejahatan besar bagi sang Status Quo. Jadi Koalisi Partai Politik senin kamis haruslah dibumi hanguskan supaya check & balance itu ada pada tubuh Indonesia.

Senin, 23 Mei 2016

MOJOPAHIT, HINDIA BELANDA, NUSANTARA, BANGSA INDONESIA

Tanah Air Nusantara, yang telah dipersatukan dengan Sumpah Palapa ( Pada saat Ratu Tribhuwanatunggadewi mengangkat Patih Gajah Mada sebagai Patih Mojopahit : 1334 dan Upacara pengangkatan Sumpah / Sumpah Palapa Patih Gajah Mada sebagai Patih Mojopahit menjadi Patih Amangkubumi dalam Tujuan Penyatuan Nusantara ) pada zaman Kerajaan Mojopahit, disewa oleh Belanda atas nama V.O.C sedikit demi sedikit pada zaman yang sudah berbeda. Pada akhirnya, di tanah-tanah yang sudah semakin luas di sewa tersebut diterapkan strategi ( 1830 : Penetapan Sistem Cultuurestelsel oleh Gubernur Jendral Van Den Bosch, Penetapan Undang Undang Agraria 1870 sebagai pengganti lanjutan Cultuurestelsel ) Cultuurestelsel untuk memiskinkan, membodohkan, dan menindas ( Kaum Inlander merupakan rakyat pribumi yang sebagian besar merupakan dampak akibat sistem Cuulturestelsel dan Politik Etis ) rakyat yang bergantung kehidupannya kepada tanah-tanah ( 17 September 1901 : Ratu Wilhelmina menetapkan sistem Politik Etis sebagai suatu sistem balas budi terhadap pribumi atas dasar orientasi imprealis-kolonialis perbudakan pribumi ; Pembangunan Perbaikan seluruh Pengairan milik pribumi, anjuran untuk bertransmigrasi dan mengenyam Pendidikan maupun penguasaan Sentralisasi Aset ; Undang Undang ditetapkan tahun 1903 ) tersebut. Menghadapi kondisi tersebut dibangunlah kekuatan rakyat ( Haji Samanhudi, HOS Tjokroaminoto Dkk pada 16 Oktober 1905 mendirikan Organisasi Syarekat Dagang Islam, yang kemudian berubah menjadi Syarekat Islam pada tahun 1906 ) yang digalang melalui strategi persatuan yang gulirkan oleh Syarekat Islam. Yang akhirnya, perdagangan V.O.C pun terganggu keleluasaannya di Tanah Air yang sudah dipersatukan oleh Sumpah Palapa ini.
Didatangkanlah Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet pada tahun 1913 dari Belanda ( 04 mei tahun 1914 sampai 1917 Sneevliet bersama rekan rekan semisal ; Brandsteder, H.W Dekker, dan P. Bergsma mendirikan Indische Sociaal Demokrat Hindia Belanda / ISDV, kemudian Partai Buruh Sosial Demokratis / SDAP maupun Partai Sosial Demokratis / SDP dengan Semaun, Darsono, maupun Alimin sebagai bagian tokoh yang terseret faham ajaran yang dibawa sneevliet ) dengan faham komunisnya untuk memecah persatuan rakyat yang dibangun oleh Syarekat Islam yang berkekuatan di Surabaya. Sneevelit berhasil dengan terbangunnya ( dalam Kongres ISDV di semarang mei 1920, ISDV merubah nama menjadi PKH / Perserikatan Komunis Hindia, dan meresmikan Partai Komunis Indonesia / PKI pada tanggal 23 mei 1920 dimana musso sebagai bagian salah satu tokoh ) garis merah vs hijau dari Syarekat Islam.Setelah Syarekat Islam merah terbangun sebagai kekuatan rakyat, Sneevelit membawa kekuatan mereka ke Semarang yang kemudian pindah ke Solo untuk kemudian dibentuklah Partai Komunis Indonesia / PKI. Sebagai partai ke 2 yang dibentuk setelah Partai Syarekat Islam (PSI) di Tanah Air Sumpah Palapa ini. Sadar atau tidak sadar dengan dibentuknya Partai Syarekat Islam dari Syarekat Islam ini, kekuatan rakyat pun telah dibelah. Artinya, setelah PKI dibentuk berikutnya kekuatan rakyat semakin dipecah belah menjadi serpihan kelompok massa. Tetapi diluar usaha pemecah-belahan kekuatan rakyat ini, telah bergulir juga Boedi Oetomo ( berdiri sejak tanggal 20 mei 1908 ) sebagai usaha pemersatu kekuatan rakyat melalui pengembangan usaha pendidikan kaum pribumi yang mengarah kepada penyadaran tumbuhnya rasa kebangsaan yang digulirkan di pesantren-pesantren di wilayah Surabaya. Setelah 14 tahun pendidikan Boedi Oetomo dibentuk, digulirkanlah pendidikan kaum pribumi secara formal dan masal disebut Taman Siswo ( Ki Hajar Dewantara Dkk membentuknya pada tanggal 02 Mei 1922 ). Kehendak untuk mengangkat harkat dan martabat hidup rakyat / pribumi pun bergulir. Pendidikan Boedi Oetomo dan Taman Siswo inilah yang pada akhirnya, disadari atau tidak disadari, telah mendorong berlangsungnya ( 27 Desember 1927: Tampaksiring, Soekarno melakukan pertemuan dengan 18 Kerajaan / Kesultanan di Kabupaten Gianyar Bali, Kecamatan Tampaksiring, desa Tampaksiring ) Sumpah Pemuda yang melahirkan Bangsa Indonesia, sebagai bentuk bersatunya kekuatan rakyat atas dasar "Kehendak untuk mengangkat harkat dan martabat hidup rakyat" sebagai jawaban terhadap usaha pemecah-belahan kekuatan rakyat, yang diberlangsungkan pada 28 Oktober 1928 di Jakarta dalam wilayah yang telah dipersatukan oleh Sumpah Palapa. Bahasa lainnya adàlah Bangsa Indonesia dilahirkan sebagai jawaban terhadap usaha-usaha pemecah-belahan kekuatan rakyat yang terus digulirkan melalui pembentukan partai-partai yang membawakan isme-ismenya masing-masing.










* Saran maupun Masukkan di persilahkan sebagai Tambahan Referensi