Sabtu, 28 Oktober 2017

Peran Pemuda Di Tengah Perpecahan



Sebagai agen perubahan, para kaum pemuda harus mampu mengubah kegaduhan yang terjadi menjadi sebuah kedalaman sesuai dengan identitas bangsa ini, persatuan.
Soekarno pernah berkata, Berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Kalimat bung karno tersebut merupakan gambaran kedahsyatan pemuda sebagai agen perubahan. Bagi soekarno pemuda adalah corong dari sebuah perubahan karena kaum pemuda adalah yang kreatif, inovatif, energik, cerdas, dan berpikiran maju. Kita tentunya sudah menyaksikan bagaimana pernyataan bung karno terpatri dalam peristiwa sumpah pemuda merupakan tonggak yang penting bagi bangsa indonesia, seperti yang kita ketahui, tiga butir penting SUMPAH PEMUDA, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu. Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi bangsa indonesia.
Proklamasi dan peristiwa Reformasi dimana kaum pemuda mampu berperan besar menggulingkan praktek penjajahan dari tanah air. Kedua peristiwa besar tersebut hendaknya menjadi refleksi bagi kaum pemuda. Kalau pemuda pada 1945 dan 1998 mampu mengakomodir segala kepentingan semua golongan untuk menciptakan persatuan. Mengapa kaum pemuda masa kini tidak bisa melakukan hal yang sama di tengah gejolak perpecahan yang kini sedang menerpa ibu pertiwi?
Ada beberapa kiat kontruktif yang bisa dilakukan pemuda guna melepaskan indonesia dari belenggu perpecahan ini. Pertama, melakukan aksi damai, turun ke jalan, dengan memekikkan pancasila sebagai system berbangsa dan bernegara menyatukan persepsi masyarakat. Gerakan ini diharapkan dapat menyadarkan sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa kita adalah bangsa yang berdiri diatas dasar nilai filosofi pancasila.
Mari tunjukkan semangat kebangsaan kaum pemuda dengan menjadi solusi di tengah masalah yang sedang dihadapi rakyat indonesia, bahwasanya rezim saat ini melakukan tindakan represif kepada rakyat indonesia dengan kebijakan yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat.
Maka kami dari Bem Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) , Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI), serta Pemuda dan Pemudi Penegak Pancasila (PADIKAPAS), yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia menuntut :


TRITURA


SELAMATKAN MAHASISWA SEBAGAI ASET BANGSA DARI KEPENTINGAN ELIT POLITIK PRAKTIS

HENTIKAN TINDAKAN REPRESIFITAS PEMERINTAH TERHADAP RAKYAT INDONESIA

JADIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM BERBANGSA DAN BERNEGARA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar