Bagaimana menunjuk dan atau melahirkan seorang Pemimpin yang berjiwa Kesatria, yang membangun Peradaban dan Tekhnologi di Dunia???
Manusia diciptakan di muka Bumi dalam perbedaan dimensi ruang ( Langit ) dan waktu, Warna kulit, Ras, Suku-suku, Agama, ribuan Bahasa dalam teritorial berbeda untuk Saling Mengenal dan Pandai berbicara ( Berilmu ) dengan Akal - Nafsu yang dimiliki Sebagaimana Hakekat nya manusia.
Dan didalam menyelesaikan Suatu permasalahanpun, secara turun temurun Manusia diajarkan untuk Bermusyawarah dalam ribuan perbedaan pendapat untuk mendapatkan satu Mufakat membangun suatu Kebijakan oleh Pemimpin berdasarkan Hasil musyawarah tersebut.
Sehingga apapun segala macam permasalahan nya untuk mendapatkan Mufakat, seorang Pemimpin yang terlahir didalam membuat Kebijakan apapun hanya berdasarkan hasil dari musyawarah-mufakat. Karena Pemimpin adalah seorang yang memimpin suatu Kaum, Ummat, Bangsa, Negara dan atau suatu Kelompok atas dasar Kemaslahatan ( Kesejahteraan ) Ummat didalam membangun suatu peradaban maupun Tekhnologi Orginal berdasarkan Budaya, Hukum, Sosial, Politik, Ekonomi maupun Lingkungan.
Makna nya bahwa pada saat Musyawarah - Mufakat dijalankan, Hakekat manusia sebagai seorang pemimpin yang Pandai berbicara ( Berilmu) secara bersamaan ( Alamiah ) terjadi, Dimana sikap Kepemimpinan ( Kemampuan ) di dalam Musyawarah - Mufakat terjadi kemampuan memiliki Kompetensi, Komunikatif, Kepedulian, Keberanian pada saat membuat suatu Kebijakan Kebijakan dari Permasalahan yang sudah di Mufakati sebagai bentuk Kreativitas ( Trust Sharing ) Musyawarah - Mufakat.
MUSYAWARAH
Mengutamakan Gotong Royong dengan dasar Kasih Sayang Kekeluargaan. Kepandaian mengungkapkan Pendapat atas dasar Ilmu, Tekhnik, Management sebagi Hak nya.
||
MUFAKAT
||
Membangun Kemampuan Kompetensi, Komunikatif, Kepedulian dan Keberanian untuk Kreativitas Kemaslahatan Ummat. Putusan Kebijakan yang di bangun dari Perbedaan Pendapat berdasarkan Kemaslahatan.
||
PEMIMPIN
||
Mandataris yang membawa Amanat Kebijakan Ummat yang sudah di Mufakati.
Akan tetapi, ketika manusia di dalam menyelesaikan segala Permasalahan nya menggunakan Metode Demokrasi, bisa di pastikan yang namanya Perpecahan Kepentingan setiap Individu maupun Kelompok manusia tersebut sebagai dasar nya. Karena memang Metode Demokrasi terjadi di dalam menyelesaikan permasalahan pengambilan Kebijakan - kebijakan Putusan menggunakan dan atau mengedepankan Perdebatan Konflik ( Asumsi dan Hawa Nafsu ) yang di selesaikan dengan Kesepakatan ( Hak Suara / Dominasi Kekuasaan ) bersama berdasarkan Kepentingan Individu maupun Kelompok tertentu yang melahirkan Penguasa hasil Cipta Rekayasa Kesepakatan.
DEMOKRASI
Menggunakan Kekuatan Status dengan Kekuatan Modal untuk Mendapatkan Kekuatan Suara.
Mengedepankan maupun Menanamkan Intrik Kedengkian ( Hawa nafsu ) untuk Mendapatkan Kekuatan.
||
KESEPAKATAN
||
Merekayasa Kesepakatan Suara Terbanyak dan Membentuk Gabungan Kekuatan Kelompok untuk setiap Wilayah Kekuasaan
||
PENGUASA
||
Mandataris yang membawa Amanat Kebijakan Kepentingan Kekuatan Individu maupun Kelompok yang sudah di Sepakati.
Makna nya bahwa Pada saat Kesepakatan Berdemokrasi dijalankan, Hakekat manusia tercipta sebagai pemimpin yang Pandai berbicara ( Berilmu ) secara bersamaan ( Rekayasa ) terjadi, Dimana hanya Sikap Kekuasaaan ( Kemampuan Merekayasa) lah yang di utamakan di dalam menciptakan Kompetensi, Komunikatif, Kepedulian, maupun Keberanian membuat suatu Putusan Kebijakan dari Permasalahan tersebut hanyalah Bentuk Kesepakatan Rekayasa atas dasar Kepentingan Penguasa maupun Kelompok tertentu ( Power Sharing ) belaka. Tidak mengherankan jika Suatu kaum, Ummat dan atau Negri yang di Pimpin oleh Penguasa menggunakan metode Demokrasi selalu menimbulkan bermacam Bencana Alam maupun bermacam - macam Krisis Budaya, Hukum, Sosial, Politik, Ekonomi maupun Lingkungan yang mengancam Perpecahan besar - besaran, baik secara Cepat atau Lambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar