Rabu, 02 November 2016

Negara Dalam Mengeksploitasi Idealisme Intelektual dan Polemik Ahok

Jakarta, (Pancasila Center) - Independensian Kampus sebagai tempat mencetak ikhsan 'akademis' , belakangan terus bergeser atau berubah fungsi karena kooptasi politik.

Sehingga,hari ini Negara telah menginjak injak idelaisme mahasiswa.

Sungguh sangat disayangkan bilamana seluruh kampus harus menuruti kemauan negara melalui 'kemenristekdikti' untuk tidak turun aksi dalam menyikapi satu orang penista agama.



Ini bukan disebabkan islamnya, melainkan karena pernyataan ahok ini menimbulkan polemik yang akan memecah belah kerukunan ummat beragama dan mencederai nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Bisa saja suatu saat ahok akan memperlakukan hal yang sama kepada ummat kristiani, budha, maupun hindu.

Sementara 'bangsa indonesia' adalah bangsa yang beragama, yang tentu disetiap agama itu mengajarkan untuk saling bertoleransi, dan menjunjung persatuan dan kesatuan.

Hal ini tentu saja telah dieksplorasi dalam rentang waktu yang cukup lama oleh para leluhur, sementara ahok telah menghianati hal itu. Mungkin karena pemahamannya tentang bangsa yang masih dangkal atau karena ahok sendiri yang menciptakan manuver terhadap kelompok fundamentalis.

Bilamana mahasiswa mengindahkan surat kemenristekdikti dan tidak turun kejalan menyuarakan penegakan hukum atas kasus penistaan agama yang dilakukan ahok, maka sama saja mahasiswa telah menghianati TRI DHARMA PT.

Lebih jauh lagi mahasiswa telah menghianati bangsa dan negaranya sendiri.



*Pernyataan dan Tanggapan Muhammad Rudy Tanjung Seorang Pejuang Militan Asal Selat Panjang Riau Mengenai Surat Edaran dari Kemenristekdikti sebagai Dampak dari Polemik Ahok Menjelang Demo 04/11/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar