Oleh : Riana Ayu Chandra (Nana Hachan)
Seperti menjadi sebuah kewajaran ketika saya
mengajukan pertanyaan “Kemana Mahasiswa?” ketika saya tatap konstalasi
Indonesia saat ini. Pertanyaan ini makin berkecamuk ketika pemikiran saya makin
dibenturkan dengan keadaan Mahasiswa dahulu dan yang ada saat ini.
Yang
sama-sama kita sepakati, dahulu Mahasiswa merupakan tulang punggung pergerakan
melawan kedzoliman para penguasa. Yang kita lihat pula, Mahasiswa dulu
merupakan barisan pertama yang mampu dengan gagah berani memperjuangkan suara-suara
rakyat yang disakiti oleh para penguasa. Hingga mampu menurunkan sebuah rezim
otoriter Soeharto pada Mei 1998.
Tapi
kenyataan itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada saat ini. Begitu
banyak perbedaan yang terdapat didalamnya. Dan berikut ini akan saya jabarkan
apa saja yang jadi pembeda ;
1. Kampus
terkenal yang ada dulu hanya ada 2. DiNegeri ada UI (Universitas Indonesia).
Dan diSwasta ada UKI (Universitas Kristen Indonesia). Masih sedikit pemuda yang
saat itu menyandang status Mahasiswa.
2. Mahasiswa
dahulu masih tinggal dibawah kekuasaan tirani yang masih mengekang kebebasan
masyarakat. Wajar kalau dahulu Mahasiswa masih mau berjuang atas nama rakyat.
Saat ini? Jangan tanya. Banyak Mahasiswa kini yang nyatanya menganggap bahwa
negaranya sudah merdeka 100% tapi nyatanya, kita hanya terbebas dari belenggu
Penjajah. Melalui Intelektual dan teknologi, kita masih dijajah habis-habisan.
3. Organisasi
Mahasiswa yang ada dahulu benar-benar merekrut kader yang bisa memperjuangkan
apa yang menjadi garis besar haluan organisasi. Tapi saat ini, Mahasiswa hanya
menjadikan organisasi menjadi ajang ikut-ikutan.
4. Sistem
pendidikan awal yang juga berpengaruh dalam hal ini. Banyak Mahasiswa dulu yang
paham benar akan apa itu Pancasila, bagaimana cara mempertahankan kesatuan
bangsa dan negara, serta cara bermusyawarah. Karena Pancasila masih dimasukkan
dalam sistem pendidikan nasional. Bahkan pada tehun 1964 diterapkan sebuah
kurikulum yang pook bahasannya ialah Manusia Merdeka Berjiwa Pancasila. Tidak
seperti adanya kami saat ini yang justru Pancasila yang menjadi pokok pelajaran
terpenting mengenai negara kita malah dihapuskan.
5. Mental
yang ada pada Mahasiswa dahulu jauh lebih berani daripada yang ada saat ini.
Hal ini dikarenakan Mahasiwa dahulu masih hidup dibawah garis kungkungan para
penguasa. Tidak seperti kita saat ini, yang hidup dengan kondisi yang sudah
terbebas dari kungkungan tapi jutru kita terlena.
Padahal
Tri Dharma tidak akan menjadi Tri Dharma jika salah satunya saja tidak
dijalankan. Sedangkan sifat yang terkandung didalamnya memiliki sifat yang
kolektif – kolegial. Saling melengkapi dan saling menutupi.
Karena
nyatanya pendidikan yang dijalankan selama bertahun-tahun tidak akan ada
artinya tanpa adanya penelitian. Penelitian yang dijalankanpun, hanya akan
dianggap omong kosong ketika lakukan tanpa disertai pendidikan. Serta,
pendidikan yang disertai penelitian tanpa diabdikan untuk masyarakat hanya akan
menemui jalan buntu.
Sekalinya
ada yang menjalankannya hanya dilakukan pada semester akhir yang ditujukan
untuk sebuah skripsi demi kelulusan.
Kemana
Mahasiswa ketika konstalasi Indonesia dianggap darurat kepemimpinan? Kemana
Mahasiswa ketika Indonesia dinyatakan darurat korupsi? Akankah Mahasiswa hanya
diam saja ketika Indonesia terombang – ambing dalam keterpurukan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar